Target SDGs Desa di Tengah Ancaman Krisis Dunia

0
337

BANJARBARU – Kepala Dinas PMD Kalsel, H. Faried Fakhmansyah, menyatakan kondisi dunia dan Indonesia sekarang ini tidak dalam keadaan baik-baik saja.

“Dampak perang, covid-19, dan perubahan iklim menjadikan upaya untuk menurunkan angka kemiskinan dan kelaparan di seluruh dunia menjadi terhambat,” ujar Faried di Banjarbaru, Senin (20/11).

Faried mengatakan sejak 2015 telah dicanangkan oleh Persatuan Bangsa-Bansa (PBB) tujuan di tingkat global, yakni Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dengan 17 tujuan yang ingin dicapai.

Namun terjadinya perubahan iklim, dampak covid-19, dan perang Rusia-Ukraina serta Israel-Palestina membuat pencapaian tujuan ini menjadi terhambat. Padahal targetnya di 2030 sudah tidak ada lagi kemiskinan dan kelaparan di seluruh dunia.

Faried mengingatkan, meski pembangunan sudah tidak mudah lagi dilakukan, namun upaya mensejahterakan masyarakat agar mereka bisa hidup layak akan terus dilakukan pemerintah.

“Makanya anggaran yang tersedia harus digunakan secara efesien dan efektif,” katanya.

Tujuan pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya berlaku di tingkat dunia, bahkan di tingkat desa juga berlaku yang disebut SDGs Desa.

“Jika target global yang ditetapkan PBB berjumlah 17, justru target yang ditetapkan untuk pembangunan di desa lebih banyak lagi, yakni 18,” kata Faried.

Dijelaskan, SDGs Desa adalah upaya terpadu mewujudkan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, desa ekonomi tumbuh merata, desa peduli kesehatan, desa peduli lingkungan, desa peduli pendidikan, desa ramah perempuan, desa berjejaring, dan desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Melihat kondisi sekarang ini, lanjut Faried, membuat upaya pembangunan ke depan tidak mudah. Akibat perubahan iklim, covid-19, dan terjadinya perang membuat inflasi ‘menghantui’, di mana harga bahan kebutuhan pokok menjadi meningkat.

“Banyaknya masalah dan kendala di tingkat global tersebut bukan berarti kita tidak perlu kerja keras lagi mencapai tujuan SDGs,” katanya.

Ia meminta jajaran Dinas PMD Kalsel untuk tetap bekerja keras melaksanakan program dan kegiatan dengan lebih efesien dan terarah sehingga berdampak meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam setiap kesempatan menjadi pembina apel pagi di kantor, Faried kerap kali memberikan pengetahuan umum kepada jajarannya yang mengikuti kegiatan apel pagi. Hal itu dilakukan sebagai bentuk motivasi kepada jajaran Dinas PMD Kalsel agar selalu berupaya meningkatkan kualitas diri menyambut perubahan zaman yang bergerak cepat. Memperhatikan perubahan yang terjadi di masyarakat untuk meningkatkan pelayanan publik, melakukan kreasi, dan inovasi sesuai harapan dan kebutuhan masyarakat. (Eddy)