Faried Ajak ASN Berpikir Logis Menganalisa Masalah

0
235

BANJARBARU – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kalimantan Selatan, H Faried Fakhmansyah, S.P,. M.P mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan tempat kerjanya agar berpikir secara logis (Logic Thinking) dalam melakukan analisa untuk memecahkan suatu masalah atau mengambil keputusan.

“Berpikir logis adalah berpikir yang masuk akal, runtut, dan sesuai fakta-fakta yang objektif,” ujar Faried saat menjadi pembina apel pagi bersama jajarannya di halaman Dinas PMD Kalsel di Banjarbaru, Senin (18/12).

Faried mengatakan, berpikir logis harus sesuai dengan urutan berpikir yang runtut sampai mencapai suatu keputusan yang objektif tentang suatu hal. Jangan sampai mengambil suatu kesimpulan dengan memotong proses berpikir logis. Ia lantas mencontohkan tentang dialog antara seorang Bartender di sebuah bar atau kafe dengan pelanggannya tentang seorang berpikir logis ini.

“Si pelanggan menjelaskan jika seorang memiliki akuarium berarti pasti dia memiliki ikan. Jika seseorang memelihara ikan di dalam akuarium, kemungkinan dia adalah seorang pencinta hewan,” tutur Faried.

Faried melanjutkan, seorang pecinta binatang, jika dia memiliki seorang anak pasti ia sangat menyayangi dan mencintai anaknya. Proses berpikir logis selanjutnya adalah, jika dia memiliki seorang anak berarti dia seorang laki-laki yang subur alias tidak mandul.

Namun sang bartender yang mendengar cerita ini nampaknya tidak menyimak dengan khusyuk penjelasan dari pelanggannya tersebut. Sehingga ketika diminta menjelaskan ulang tentang pengertian berpikir logis kepada pelanggan lain tanpa proses berpikir yang lengkap. Dalam benak bartender jika seorang laki-laki memiliki akuarium berarti ia seorang yang subur dan bisa memiliki anak. Sehingga ketika pelanggan lain tidak memiliki akuarium disimpulkannya bahwa pelanggannya itu mandul dan tidak punya anak.

Faried mengatakan, ASN perlu menganalisa secara logis saat hendak mengambil suatu kesimpulan atau keputusan. Menurut Faried dengan berpikir logis bisa meminimalisir sebuah kesalahan, dari literatur lain juga disampaikan bahwa berpikir logis dapat melindungi diri supaya tidak mudah percaya dengan hoax dan informasi yang salah.

Berpikir logis berarti seseorang menggunakan penalaran sebagai kemampuan untuk menemukan kebenaran dan menuju kesimpulan berdasarkan aturan, pola, atau logika tertentu. Kemampuan berpikir secara logis juga dapat dilihat ketika seseorang mampu menyimpulkan hasil tertentu yang dicapai dengan menerapkan argumentasi dari dasar pemikiran yang digunakan.

Kemampuan berpikir logis harus diasah untuk mempermudah proses pemahaman materi dan memecahkan masalah dengan rasional. Setiap orang harus memiliki pemikiran logis jika akan melakukan suatu kegiatan. Tanpa adanya pemikiran logis, seseorang tidak akan bisa melakukan kegiatan dengan baik dan benar. (Eddy Abdillah)