Tiada Pemimpin Yang Sempurna, Faried Himbau ASN Gunakan Hak Pilih

0
305

BANJARBARU-Tidak ada pemimpin yang sempurna, sehingga tidak ada alasan tak gunakan hak pilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, karena alasan tidak ada calon pemimpin yang bagus.

“Gunakan hati nurani masing-masing untuk memilih dan menilai calon pemimpin yang diharapkan,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kalimantan Selatan, H Faried Fakhmansyah, S.P., M.P. di Banjarbaru, Senin (29/1/24).

Faried mengatakan, tidak ada pemimpin yang sempurna, dalam menentukan pilihan hendaknya menimbang dengan hati nurani masing-masing karena calon pemimpin tersebut bisa dinilai dari catatan perbuatan atau ‘track record‘ nya selama ini. Menurutnya untuk menilai kepemimpinan seseorang bisa dilihat dari kebijakannya apakah selama ini sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang dihasilkan berguna bagi orang banyak.

Kebijakan seorang pemimpin pasti memunculkan pro dan kontra, namun jika masih lebih banyak yang mendukung, tentu karena kebijakan seorang pemimpin dinilai masih baik bagi banyak orang. Adanya pro kontra di tengah masyarakat, jangan lantas membuat seorang pemimpin takut untuk mengambil keputusan atau kebijakan, karena salah satu fungsi seorang pemimpin adalah mengambil keputusan atau kebijakan. Bahkan perbedaan seorang pemimpin dan bawahan salah satunya terletak pada fungsi pengambilan kebijakan tersebut.

Faried lantas mengutip pernyataan Jalaluddin Rumi seorang pemikir islam bahwa kebenaran seperti sebuah cermin yang utuh di ‘Tangan’ Tuhan, lantas ketika cermin jatuh ke bumi berkeping-keping, manusia yang menemukan kepingannya merasa seolah-olah sudah menemukan kebenaran yang mutlak, padahal manusia lainnya juga menemukan kepingan cermin lainnya.

Faried juga menghimbau ASN menggunakan hak pilih pada Pemilu 2024, baik untuk memilih presiden maupun anggota legislatif. Meski dihimbau bersikap netral, namun Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap berhak menggunakan hak pilih dan mengikuti peraturan asas-asas pemilu yaitu langsung, umum, bebas dan rahasia.

“Jangan tidak menggunakan hak pilih, gunakan hati nurani untuk memilih secara langsung, bebas, umum dan rahasia,” tegasnya.

Faried menyampaikan himbauan ini saat menjadi pembina apel pagi bersama jajarannya di halaman DPMD Kalsel di Banjarbaru, Senin (29/1/24). Faried juga mengutip pernyataan Ki Hajar Dewantara tentang kepemimpinan, dalam Bahasa Jawa disebut dengan kalimat, “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa Tut Wuri Handayani” artinya seorang pemimpin jika di depan menjadi contoh teladan, saat di tengah menjadi inspirasi dan di belakang memberikan dorongan, motivasi dan kepercayaan diri. (Eddy Abdillah)